Advertisement

{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Malam Tak Halangi Gerak Cepat MPA Silihwangi Majakuning Padamkan Dua Titik Api di Kawasan TNGC

Radja Investigasi
28 September, 2026
Last Updated 2026-09-28T11:08:32Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Photo titik api kebakaran TNGC.


Majalengka, Radjainvestigasi.com - Malam hari bukan halangan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning untuk bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan. Pada Jumat (18/9/2026), dua titik kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil ditangani melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas instansi.


Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, *H. Nandar Juniar Arif, http://S.Hut.,* menjelaskan, penanganan dilakukan di dua lokasi berbeda.


*📍 Titik Pertama: Situ Sangiang – Blok Pemujaan*

Sebanyak 30 personel MPA bersama Pemerintah Desa Sangiang, TNI, dan Polri bergerak sejak pukul 17.00 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 21.00 WIB dan dilanjutkan dengan proses _mop-up_ (pendinginan) menggunakan peralatan seadanya untuk memastikan api tidak menyala kembali.


*📍 Titik Kedua: Blok Grohol – Desa Sunia Baru (Kawasan TNGC)*

Sebanyak 50 personel MPA dari Desa Sunia Baru, Sunia, Gunung Wangi, dan Gunung Sirah bersama petugas TNGC, TNI, Polri, dan Pemerintah Desa melakukan pemadaman segera setelah informasi diterima pukul 23.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, proses mop-up masih terus berlangsung di lapangan.

Mobil pengangkut alat pemadam kebakaran.

Menurut Nandar, keberadaan masyarakat di sekitar kawasan hutan sangat vital dalam upaya deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


“Ketika ada titik api, mereka yang paling awal tahu. Karena itu sejak 2021 kami selalu ikut mengantisipasi karhutla, aktif mendukung patroli TNGC, dan merawat sekat bakar,” kata Nandar.


Ia mengungkapkan, keterbatasan peralatan pada awal pembentukan MPA pada tahun 2021 justru mendorong semangat swadaya masyarakat. Berbekal pengalaman memadamkan api secara manual, warga berinisiatif merakit dan menyediakan peralatan yang lebih efektif untuk menjangkau titik kebakaran.


Saat ini, Paguyuban Silihwangi Majakuning telah memiliki peralatan yang cukup memadai, mulai dari penyemprot punggung (water jet shooter), kendaraan pengangkut air, hingga kendaraan khusus pembawa selang pemadam untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui kendaraan besar, terutama di area hutan yang memiliki sumber air seperti embung.


“Harapan kami kebakaran jangan sampai terjadi lagi. Tetapi antisipasi harus dilakukan sejak dini. Kalau titik api masih sedikit, harus cepat ditangani karena kalau sudah menyebar akan berbeda ceritanya dan jauh lebih sulit dipadamkan,” tegas Nandar.


MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning sendiri berawal dari Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dibentuk pada 2021 dalam rangka kemitraan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai. Selain fokus pada perlindungan kawasan, kelompok tersebut juga menjalankan fungsi pengawetan dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.


Saat ini, anggota KTH yang tersebar di sejumlah desa penyangga Ciremai mencapai *1.076 orang* dan menjadi kekuatan utama MPA di lapangan. Sebarannya mencakup wilayah Kabupaten Kuningan hingga Majalengka, sehingga koordinasi saat terjadi kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.


Peran warga tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem melalui kegiatan penanaman dan konservasi lainnya.


Redaksi.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl