![]() |
| K.H. Maman Imanul Haq, saat menyampaikan sambutan |
Majalengka, Radjainvestigasi.com - Sangar seni Gema Parachiyangan di Blok Leuwimukti, Desa Ligung, Majalengka gelar tutup buka tahun 2025-2026
Gelaran rutin tahunan sanggar seni Gema Parachiyangan itu dilaksanakan dengan mengundang para pelaku seni tradisi dan juga tokoh masyarakat setempat.
Acara dibuka dengan sambutan Anggota DPR-RI periode 2024-2029 Partai: PKB, Dapil Jawa Barat 9 K.H. Maman Imanul Haq, M.M. dalam acara Tutup Buka Akhir Tahun Gema Parachiyangan tersebut.
Ocky Sandi, Dewan penasehat sanggar seni Gema Parachiyangan saat di wawancarai awak media Menyebut kegiatan yang dilaksanakan itu sekaligus mempresentasikan program Kemensos.
"Kegiatan buka tutup tahun 2025 - 2026 sekaligus mempresentasikan bantuan dari Kemensos, Tentang pencegahan konflik sosial melalui penguatan kearifan lokal," ujarnya. Minggu, 31 Desember 2025 malam.
Lanjut Ocky, Di dalam program Kemensos itu terdapat pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
"Ada usaha anak-anak sanggar Gema Parachiyangan yang produksi Kendang, Siomai, Baso Ayam dan Ikan hidup (ternak ikan)," tutur Ocky.
![]() |
| Suasana acara |
Selain itu, Lanjut Ocky, Pengembangan alat kesenian juga dilakukan Gema Parachiyangan.
"Alhamdulillah dengan bantuan dari Kemensos RI ini Gamelan yang sudah tidak layak di ganti dan perlengkapan kostum serta lainnya,"
Dengan bantuan sarana penunjang aktifitas sanggar yang semakin lengkap Insya Allah makin memperlancar proses berkesenian, maupun pelatihan-pelatihan yang selama ini kami lakukan, Tukasnya.
Selain itu, bantuan ini juga ada yang dialokasikan untuk pengembangan ekonomi yang selama ini digeluti oleh para anggota Sanggar, sehingga usaha sampai saati semakin berkembang.
Di tempat yang sama, Abah Geri pimpinan Sanggar Seni Gema Parachiyangan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya selama ini.
Ia juga mengungkap jika kesenian yang digeluti olehnya sejak lama itu bisa menjadi media pencegahan konflik.
Apalagi di tahun politik gesekan semakin kuat dengan berbagai macam karakter orang dan kepentingan.
"Kesenian bisa jadi medium yang efektif untuk mencegah konflik sosial, Masyarakat bisa saling ketemu dan kenal, secara psikologi orang yang rentan konflik salah satunya karena tidak kenal." terangnya
Dikatakan Geri, Kesenian media yang bisa mempertemukan banyak orang. Silaturahmi yang utama, Politik sementara.
"Makanya tema acara kali ini menjalin silaturahmi merawat tradisi sesuai semangat kita bersama," tandasnya.
Kita semua Lanjut Geri, dalam suasana tegang semua, semoga malam ini mengingatkan kalau kita adalah saudara.
"Berbeda itu Rahmat, jangan sampai kita berantem gara-gara beda pilihan." Pungkas Abah Geri.
Untuk diketahui, Acara buka tutup tahun tadi malam diisi dengan tawasulan dan dilanjut dengan pertunjukan seni tradisional, serta berbincang tentang masa depan kesenian utara.
Ada Sintren Klasik, Ibing Penca, Jaipong,
dan pertunjukan kesenian tradisi lainnya.
Di lokasi acara juga di pamerkan hasil pemberdayaan ekonomi pengurus Sanggar, ada Baso Ikan, Somay, Kerajinan Kendang dan lainnya.
Redaksi


